Friday, February 7, 2020

Penyebab Dan Cara Mengobati Distemper Pada Kucing

Distemper pada kucing, apakah kamu tahu "apa itu distemper?", apa kamu juga tahu "gejala dan penyebabnya apa saja ?".

Jika belum tahu, sebaiknya kamu kenali dan pahami dulu tentang penyakit yang satu ini. Pasalnya selain dapat menyerang hewan peliharaan seperti anjing, banyak juga kucing peliharaan yang terserang distemper, dan itu cukup berbahaya dan dapat mengancam kelangsungan hidup si kucing.

Mengingat kucing merupakan hewan berkaki empat yang memiliki bulu halus dengan karakteristiknya yang lucu dan menggemaskan, maka sudah tidak heran lagi jika si hewan peliharaan yang lucu dan menggemaskan ini menjadi salah satu hewan peliharaan yang paling dekat dengan para pecinta binatang.

Bahkan saking dekatnya, jika kamu memiliki hewan peliharaan ini dirumah, tentunya kamu akan merasa khawatir jika kucing kesayangan kamu sedang sakit seperti diare, atau distemper pada kucing.

Kucing sendiri merupakan hewan peliharaan yang lebih rentan terserang penyakit, maka dari itu banyak penyakit yang menyerang kesehatan kucing seperti diare atau mencret, batuk, demam, hinga distemper.

Nah.Diatara penyakit-penyakit tersebut, penyakit yang patut kamu waspadai ialah distemper. Maka dari itu, mari kita kenali distemper sebelum kucing kamu tererang penyakit ini.

Apa itu distemper Kucing ?

Distemper kucing
Distemper sendiri merupakan nama penyakit yang biasanya menyerang kesehatan kucing, "meski terkadang juga dapat menjangkit pada anjing".

Terdapat banyak kasus kematian kucing di daerah jawa tengah kabupaten karanganyar beberapa waktu lalu yang digadang-gadang disebabkan oleh penyakit ini.

distemper juga merupakan penyakit menular yang bersifat akut dan subakut yang dapat menyerang saluran pernafasan, pencernaan, hingga sistem syaraf pusat pada hewan.

Penyakit ini dapat menjangkit kucing dari semua umur, namun kucing yang lebih muda akan dengan mudah terinfeksi penyakit ini serta tingkat kematiannya juga lebih tiggi "terutama bagi kucing yang belum di vaksin".

Salah satu antisipasinya ialah degan cara memberi vaksin pada kucing. Jika kamu ingin memberikan vaksin pada anak kucing kamu, sebaiknya berikan vaksin setelah ia memasuki usia 2 bulan.

Bagi kucing dewasa yang terjangkit oleh penyakit ini, kemungkinan akan terselamatkan jika kucing tersebut pernah divaksin sebelumnya.

Namun sebaliknya bagi kucing kecil yang belum pernah diberikan vaksinasi dan dan terjangkit penyakit ini, maka tingkat kematiannya bisa mencapai 90%.

Kucing yang belum diberi vaksin tentunya sistem imun kucing tersebut rendah dan dapat mengalami kematian setelah dua minggu terjangkit penyakit ini.

Penyebab Distemper kucing

Distemper pada kucing
Penyebab distemper pada kucing
Penyakit menular ini disebabkan oleh suatu virus yang bernama "feline parvo". Seperti yang telah sisinggung sebelumnya, Virus ini menyerang organ pencernaan hewan, sistem pencernaan serta dapat menyerang syaraf pusat yang dapat mengakibatkan kematian pada suatu hewan.

Mengingat distemper ini disebabkan oleh virus yang menular, tentunya virus ini dapat menular pada hewan lain. Penularan tersebut bisa terjadi melalui nafas kucing yang terjangkit, muntahan, kototran, air liur, minuman atau makanan yang telah terkontaminasi dan lain sebagainya.

Untuk mencegah pengkontaminasian virus pada kucing atau hewan lain, sebaiknya anda harus memperhatikan kebersihan kandangnya dengan cara mencuci semua perlatan kucing yang disurigai terjangkit distemper dengan menggunakan cairan deinvektan.

Gejala Distemper Pada Kucing

Distemper pada kucing
Gejala distemper kucing
Jika kucing kamu terjangkit penyakit ini, untuk mencegar kemungkinan lebih parah tentunya kamu harus menetahui gejala atau tanda-tanda kucing yang terjangkit virus distemper ini
"Lalu bagaimana cara mengenali kucing yang terjangkit penyakit ini. ?"
Berikut ini beberapa gejala atau tanda kucing yang terjangkit gejala distemper yang harus kamu ketahui.
  • Diare "Kucing mencret"
  • Kejang-kejang
  • Kucing Depresi
  • Mengalami demam tinggi
  • Suka menyendiri dan cenderung menghabiskan waktu ditempat yang bersuhu dingin
  • "Anoreskia" kaku, kurus, dan pucat
  • Susah minum
  • Sering muntah-muntah dan cenderung berwarna kuning
  • Lesuh, bahkan bisa menyebabkan kucing tidak bisa berdiri
  • Kucing tidak mau makan yang diakibatkan rendahnya nafsu makan
Selain itu, beberapa diantara kucing yang terjangkit distemper juga mengalami masalah lain seperti  penyakit kuning. Beberapa kondisi yang menggambarkan gejala distemper tersebut diakibatkan oleh menurunnya kadar sel darah putih serta terdapat kerusakan pada usus dan menurunnya fungsi hati.

Cara Mengobati Distemper Pada Kucing

Gambar kucing
Gambar distemper kucing 
Jika terus terusan dibiarkan, kucing yang terjangkit penyakit ini akan berdampak lebih parah, dan menyemabkan masalah yang lebih fatal. Namun akibat fatal tersebut bisa diminimalisir jika sistem imunisasi pada hewan tersebut cukup tinggi.

Pemberian antibotik dan vitamin

Semakin tinggi sistem imun pada kucing, maka sistem pertahanan tubuhnya pun akan lebih kebal terhadap penyakit yang disebabkan oleh virus feline parvo ini. Dengan demikian penyebaran virus dalam tubuh si kucing pun akan semakin kecil.

Untuk pengobatannya, kamu bisa memberikan antibiotik pada si kucing guna sebagai upaya untuk mencegah semakin memperluasnya virus dalm tubuh kucing yang terjangkit.

Antibiotik ini nantinya akan membantu mambangun kemabli istem imun pada tubuh si kucing sehingga kekebalan tubuhnya pun meningkat.

Selain itu, sebaiknya anda berikan asupan vitamin A dan vitamin B yang diharapkan bisa membantu si kucing untuk membangun kembali sel-sel yang rusak.

Namun jika kamu ragu untuk memberikan anti biotik atau suplemen vitamin, kamu bisa datang ke dokter hewan terdekat di kota anda untuk berkonsultasi prilah masalah yang sedang dihadapi kucing anda.

Membawanya ke dokter

Dengan membawa kucing yang terjangkit distemper ke dokter biasanya akan diberikan resep untuk menangani masalah gejala yang paling akut yaitu muntah serta diare.

Selain itu, dengan membawa kucing anda ke dokter akan membantu masalah dehidrasi yang dialami si kucing.

Hal tersebut dikarenakan dokter akan memberikan cairan infus guna untuk mengganti cairan yang hilang selama kucing mengalami gejala diare.

Dibalik itu semua dan satu hal yang paling penting yang harus kamu lakukan kepada kucing kesayangan anda, yaitu memperhatikan kesehatannya.

Dengan melakukan cek up secara rutin setiap 6 bulan sekali terhadap kucing peliharaan anda sudah termasuk dalam rangka memantau kesehatannya.

Demikianlah Ulasan mengenai distemper pada kucing kali ini, lain kali saya akan membahas kembali masalah distemper ini pada hewan lain.

Meskipun virus dari distemper ini di klaim tiak menular pada manuisa, namun kamu juga harus tetap berjaga-jaga dengan sebagai cara antisipasi dari virus feline parvo ini.

Terimakasih dan semoga bermanfaat

Tuangkan saja semua lewat tulisan, karena menulis seperti bersin yang melegakan.

0 Comments