Thursday, April 23, 2020

Cara Ternak Burung Kacer Bagi Pemula

Wikipets.info | Burung kacer merupakan burung petarung kicauan yang banyak digemari oleh kalangan kicaumania di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan burung kacer ini merupakan tipe burung yang bermental kuat serta memiliki kicauan yang merdu.

Selain memiliki kicauan yang merdu, burung kicau yang satu ini memiliki tampilan yang elegan dan gaya kicauannya yang unik dan khas saat berkicau, yakni menari dengan membuka ekor dan sayapnya.

Tentunya harga burung kacer yang sudah gacor masteran serta sering menjuarai berbagai perlombaan memiliki harga jual yang fantastis. Itu sebabnya banyak pecinta burung kacer yang ingin beralih profesi menjadi peternak burung kacer ini.

Karena memang, Ternak burung kacer ini bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikn. Terlebih lagi Harga anakan burung kacer juga tergolong memiliki nilai jual yang cukup tinggi dan cenderung lebih baik dibandingkan burung kacer bahan.

Namun dibalik itu semua, Banyak yang mengatakan bahwa "Ternak burung kacer itu susah". Mungkin hal tersebut bisa dikatakan benar adanya, itupun jika Kita tidak mengetahui teknik menernakan burung kacer ini.

Mengingat setiap peternak memiliki trouble yang berbeda-beda seperti halnya :
  1. Telur burung tidak menetas.
  2. Burung masih giras, sehingga sulit berjodoh.
  3. Salah satu burung matian karena burung pejantan dan betina tersebut saling berkelahi.
  4. Dan masih banyak lagi pengalaman buruk lainnya yang kerap dialami peternak burung.
Dengan adanya masalah tersebut, tentunya kita membutuhkan hal-hal tertentu sebagai faktor pendukung untuk dapat melakukan ternak burung kacer dengan efektif sehingga dapat berjalan dengan baik dan optimal.

Nah, untuk itu, bagi kamu yang ingin terjun di dunia ternak burung terutama burung kacer. Kamu bisa mengikuti langkah-langkah dibawah ini untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Cara Ternak Burung Kacer Untuk Pemula

Ternak burung kacer

1. Persiapan kandang

Hal yang paling pertama difikirkan dan dipersiapkan demi berhasilnya melaukan ternak burung kacer ialah dengan mempersiapkan kandang yang layoutnya pas serta dilengkapi segala sesuatu yang dibutuhkan si burung didalamnya.

Gk usah bingung-bingung, kamu bisa mempersiapkan beberapa hal dibawah ini :

Kandang penangkaran

Bagi kamu yang memiliki lahan yang luas, kamu bisa memilih kandang umbaran yang terbuat dari beton sebagai penunjangmu untuk melakukan ternak burung.

Untuk membuat kandang burung yang terbuat dari beton sebaiknya jangan semuanya ditutupi oleh beton. Gunakan kawat pada bagian tertentu seperti Dibagian atas depan atau dibagian atas dan depannya.

Jika kamu membuat kandang yang ukurannya besar, jangan lupa untuk menyiapkan pintu yang berukuran sedang dengan ukuran yang dapat kamu sesuaikan seperti (1mX1m). Pintu tersebut digunakan sebagai pintu masuk kamu untuk mempermudah saat pengecekan dan pemberian pakan. "skip saja langkah ini jika kandangnya kecil"

Untuk ukuran kandangnya, kamu dapat menyesuaikan dengan lahan yang kamu miliki.

Selain itu, kandang beton sebaiknya dibiarkan tanpa diplester guna untuk menjaga kelembapan dan suhu dalam kandang. Selain tiu, dengan membiarkan kandang tanpa dilester dapat menambah unsur alami pada kandang. Wajib pula siapkan ranting untuk media tangkringan si burung.

Sarang burung

Jenis kandang apapun yang kamu pulih, entang itu kandang sangkar gantung, kandang umbaran dari beton atau kandang umbaran dari kawat. Kamu wajib untuk menyiapkan sarang burung untuk bertelur dan mengerami.

Kamu bisa menggunakan beberapa dun dan ranting seperti daun dari pohon cemara, injuk dari pohon aren serta sabut kelapa dengan tebal dan luasnya berukuran 10-15 cm. 

Selain tiu, kamu dapat menggunakan sarang burung buatan yang diperjua belika di toko online atau toko burung di daeahmu seperti gambar dibawah ini :
Gambar sarang burung buatan
Gambar sarang burung buatan

Gambar sarang burung palsu
Gambar sarang burung palsu

2. Pemilihan induk dan jenis burung kacer

Jika kandang dan sarang burung sudah siap dipakai, Maka kita siap melangkah ke tahap berikutnya yaitu memilih indukan dan jenis burung kacer.

Untuk indukan burung kacer sebaiknya pilih indukan yang siap berproduksi. Dengan kata lain, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan saat memilih burunng kacer sebagai indukan.

Beberapa hal tersebut antara lan sebagai berikut :
  1. Indukan pejantan burung kacer berusia sekitar 2 tahun, Sedangkan indukan betina kurang lebih berusia 1 tahun.
  2. Pilih burung kacer yang memiliki suara serta postur tubuh yang ideal agar mendapatkan bibit yang berkualitas.
  3. Mengingat Faktor genetik juga sangat mempengaruhi bibit, maka pilihlah indukan yang memiliki karakter jinak untuk betina maupun pejantan.
Pemilihan indukan burng yang jinak bertuuan agar burung tidak mudah stress saat masa pengeraman telur. Jika burung merasa terganggu an stress saat masa pengeraman, Biasanya indukan betina akan meninggalkan sarangnya. Yang lebih parah, indukan burung kacer akan memecahkan telurnya sendiri.

Dan inilah yang menjadi salah satu faktor kegagalan yang dialami oleh para peternak burung pemula.
Note
Untuk mengetahui jenis jenis burung kacer, saya sudah menyiapkan artikelnya. kamu bisa membacanya di tautan yang sudah saya cantumkan diakhir postingan.
 Cara menjinakkan burung kacer

3. Proses menjodohkan burung kacer

Setelah kita mendapatkan indukan, maka selanjutnya ialah proses menjodohkan burung kacer. Dalam proses ini terkadang akan memakan waktu yang lumayan lama, maka dari itu dibutuhkan kesabaran dalam proses penjodohan bururng kacer ini.

Banyak peternak burung kacer pemula yang r=tidak sabaran dalam menjodohkan burung kacer sehingga mereka sering gagal dan tidak jarang banyak peternak burung yang putar haluan karena tidak berhasil menjodohkan burung kacer.

Cara menjodohkan burung kacer
Letakkan burung kacer jantan dan betina secara terpisah dan letakkan ditempat yang berjauhan dengan tujuan agar tidak saling melihat dan hanya bisa mendengan suara gacor satu sama lainnya.

Tunggu hingga kacer tersebut saling bersahutan gacor dengan cara bergantian antara pejantan dan si betina. Setelah itu, barulah kedua kandangnya didekatkan sehingga bisa saling lihat dan saling mengenal.

biasanya proses tersebut memakan waktu dari 1 hingga dua minggu. jika burung kacer mulai terlihat tanda2 yang telah disebutkan diata, berarti burung kacer berjodoh.

Ciri ciri burung kacer sudah berjodoh
Adapun tanda tanda burung kacer berjodoh antara lain sebagai berikut :
  1. Kacer jantan akan berkicau seperti biasanya.
  2. Kacer betina akanmembalas kicauan dari sang pejantan.
  3. Burung kacer betina akan terlihat gelisah.
Setelah tanda tanda tersebut sudah jelas terlihat, maka kedua burung tersebut siap untuk diasatuka dalam penangkaran. Namn tetap awasi perkemabangannya, karena tanda tanda diatas belum sepenuhnya menjamin.

4. Proses pengeraman telur

Ketika burung betina sudah bertelur maka hal tersebut merupaan salah satu keberhasilan dalam proses penjodohan burung  kacer. Namun hal tersebut belum dikatakan 100% berhasil karena kita belum melihat telur tersebut meneatas dan tumbuh dengan baik.

Namun saat burung kacer tersebut bertelur, terkadang indukan tidak mau mengerami telurnya, dan inilah salah satu kendala yang menjadi salah satu faktor penyebab kegagalannya.

Jdi saat burung kacer tersebut bertelur dan mau mengerami telurnya, sebaiknya jangan sering-sering melihat dan pastikan agar indukan tidak terganggu oleh suara manusia. Maka layout kandang menjadi salah atu pendukung keberhasilan dalam berternah burung.

Biasanya telur dari kacer ini akan menetas sehitar 14 hari dengan jumlah telur minimal 1 dan maksimal 4 butir telur.

Setelah telurnya menetas, maka inilah yang disebut keberhasilan 100% daari budidaya burung kacer. Selanjutnya terserah kamu apa anakan tersebut dibiarkan untuk diloloh oleh indukanya atau memilih untuk kamu loloh sendiri setelah berusia 10 hari.

5. Pemberian pakan dan cara merawat anakan kacer

Anakan burung kacer
Anakan burung kacer
Pemberian pakan denga kandunga protein yang tingi sangat dibutuhkan burung dan harus benar benar mencukupi selama perjodohan berlangsung, dan terlebih lagi saat telur burung kacer tesebut menetas.

Burung kacer yang baru menetas membutuhkan nutrisi yang yang baik, kita dapat melengkapi nutrisi tersebut dengan memberikan pakan kepada indukannya dengan vareasi menu seperti kroto, ulat, jangkrik di setiap pagi dan sore hari.

Saat anakan burung sudah mencapai usia 3 minggu, maka anakan burung tersebut sudah bisa keluar dari sarangnya dan mulai berjalan sendiri saat usianya menginjak 5 minggu.

Dan disaat inilah anakan burung bisa memakan makananya sendiri. Diusia inilah kamu harus memisahkan anakan burung kacer dari indukannya karena jika indukan sudah mau bertelur kembali, anakan tersebut akan dipatuk.

setelah kamu memisahkan anakan burung dari indukannya, maka selanjutnya tugas kamu untuk meloloh anakan tersebut dengan pakan kroto yang sudah dicampur dengan voer, agar nantinya burung tersebut terbiasa memakan voer.

Penyebab Burung Kacer Tidak Berjodoh

Gambar burung kacer
Gambar burung kacer
Dibalik keberhasilan ternak burung kacer, tak jarang ada peternak pemula yang mengalami masalah seperti Burung kacer tidak berjodoh.
  1. Salah satu burung mengalami OB (Over Birahi) sehingga mengejar ngejar lawan jenisnya. Cara mengatasinya yaitu denan cara memisahkan kedua burung tersebut, lalu kurangi pemberian EF pada burung yang lebih angresif, dan berikan EF pada burung yang selalu dikejar kejar. pantau perkembangannya dengan tahapan yang telah dijelaskan pada langkah ke 3 dan satukan lagi jika burung benar-benar mau berjodoh.
  2. Namun jika cara diatas masih belum berhasil dan burung masih kerjar-kejara, bisa jad hal tersebut disrbabkan oleh usia dari salah satu burung yang masih muda. Untuk menyiasati hal tersebut, ganti indukan yang usianya masih muda, lalu ulangi langkah langkah ke3 dan seterusnya.
Demikianlah panduan lengkap ternak budidaya burung kacer dengan cara yang efektif dan terbukti ampuh bagi pemula. Semoga artikel ini dapat memudahkanmu membudidayakan burung kacer.
Terimakasih dan semoga bermafaat

Tuangkan saja semua lewat tulisan, karena menulis seperti bersin yang melegakan.

0 Comments