Sunday, July 5, 2020

Panduan Budidaya Ikan Lele Bagi Pemula

Budidaya ikan lele
Wikipets | budidaya ikan lele Merupakan usaha yang dari dulu hinnga kini masing memiliki peluang yang menjanjikan.

Seperti yang kita ketahui, ikan lele merupakan salah satu ikan air tawah yang sering dimanfaatkan untuk dikonsumsi.

Dengan kata lain, konsumen ikan lele dari dulu hingga saat ini juga masih banyak, bahkan terus-terusan bertambah.

Ditambah lagi dengan adanya warung makan yang menyediakan berbagai varian menu dengan menggunakan ikan lele sebagai bahan utamanya.

Bayangkan saja juka kamu memulai budidaya ikan lele dirumah kamu dan menjadi suplayer tetap bagi beberapa resto atau pedagang angkringan yang menjual makanan dengan ikan lele sebagai bahan utamanya.

Terlebih lagi jika kamu melakukan pengiriman ke kota-kota besar yang jumlah penduduknya lebih banyak dari penduduk di kampung.

Selain itu biaya operasional untuk memulai usaha ternak ikan lele ini juga tergolong tidak terlalu besar, sehingga akan lebih leluasa untuk erkembang.

Tertarik untuk memulai budidaya ikan lele dirumahmu ?

Jika kamu mulai tertarik untuk ternak ikan lele, berikut ini saya sajikan ulasan lengkapnya untuk anda. Oleh karena itu, mari pahami tahap-tahapnya dan jangan sampai ada yang terlewat.

Perhitungan Modal Dan Keuntungan

Mengingat biaya operasional untuk memulai bisnis budaya ikan lele ini bisa dibilang kecil, maka usaha ini cocok untuk dijalankan bagi sebagian orang yang memiliki modal yang terbatas.

Berikut ini kisaran biaya dan keuntungan yang akan didapat nantinya.

Modal atau investasi awal

 2 Buah terpal 600K
 Bambu 300k
 Paku 10K
 Keperluan lain 50k
Total biaya investasi awal : Rp 960.000,-

Biaya bulanan

 Bibit lele 2-3cm 4.000 ekor 560K
 Pakan 1 karung 500K
 Obat, Vitamin dll - 100K
Total biaya bulanan : Rp 1.160.000,-

Perkiraan pendapatan bulanan

Pendapatan kotor :
Jika ikan lele dipanen saat ukurannya mencapai 500 gram/Ekor, maka total dari keseluruhan ikan yang dipanen mencapai 2.000Kg.

Jika terjadi kegagalan sebesar 10% dari total bibit ikan, maka ikan yang siap dijual sebanyak 1,800 Kg.

Omset dari penjualan ikan sebanyak itu bisa mencapai Rp27.000.000 jika harga/kg dijual dengan harga Rp 15.000.

Keuntungan bersih :
Ikan dengan bobot 500gram/Ekor bisa didapat jika usianya mencapai 3-4 bulan. Jika biaya bulanannya mencapai Rp1.160.000/Bulan, maka dalam kurun waktu 4 bulan, modalnya bisa mencapai Rp2.400.000
Rp27.000.000 - Rp2.400.000 = Rp 24.600.000 "Maka keuntungan yang didapat dari penjualan tersebut mencapai 24,6Juta "
Ingat, yang tertera diatas merupakan kisaran penjualan pertama dari semua penjualan ikan, untuk seterusnya keuntungannya bisa lebih besar lagi. karena anda lebih leluasa untuk memelihara bibit yang lebih banyak lagi

Harga/ekor dari masing masing daerah umumnya berbeda beda, tapi umumnya tidak beda jauh dari kisaran 15K-25K/Ekor.

Jika kamu tertarik untuk memulai bisnis kecil dengan hasil besar ini, kamu bisa simak panduan atau penjelasannya dibawah ini:

Langkah-Langkah Budidaya ikan lele

Kolam ikan lele
ternak ikan lele
Sebetulnya terdapat dua kategori usaha dalam budidaya ikan lele, yaitu pembibitan dan pembesaran ikan.

Pembibitan biasanya bertujuan untuk memperbanyak bibit yang nantinya bibit tersebut dijual kepada para peternak lele yang nantinya dibudidayakan kembali hingga layak dikonsumsi.

Sedangkan kategori pembesaran ikan merupakan proses untuk membudidayakan ikan hasil pembibitan yang dibeli dari penjual bibit ikan tersebut. Jika sudah besar, ikan-ikan lele hasil pembesaran akan pasarkan sebagai ikan konsumsi.

Nahh. Pada kesempatan ini, saya akan menjelaskan bagaimana cara budidaya ikan dengan kategory pembesara. Setelah kisaran modal awal telah kamu siapkan, maka kamu siap untuk melangkah ketahap dibawah ini :

Pemilihan tipe kolam

Untuk pemilihan tipe kolam kamu bisa menyesuaikannya dengan budget dan kebutuhan kamu.

Ada beberapa jenis kolam yang dapat kamu gunakan untuk memulai budidaya ikan lele ini yaitu Kolam terpal, kolam beton, keramba, jaring dan kolam tanah.

Namun berhubung ikan lele ini merupakan salah satu jenis ikan yang bisa membuat lubang, maka saya sarankan untuk membuat kolam yang terbuat dari terpal.

Selain itu, kolam terpal juga tergolong mudah saat melakukan penyetelan air karena tidak ada penyerapan air, serta dapat meminimalisir terjadinya sejumlah ikan yang kabur nantinya.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan
  1. Suasana kolam lele haruslah tenang dan berwarna keruh, namun untuk kolam yang baru pertama kali usahakan airnya harus yang bening dan bersih.
  2. Kolam ikan lele yang baik harus memiliki suhu 20 hingga 28 drajat celsius.
  3. Usahakan jangan mengisi air terlalu dangkal karena bisa menyebabkan ikan mati karena kepanasan.
  4. Kamu bisa memberikan tanaman seperti eceng gondok yang bertujuan untuk menyerap racun dan memberi keteduhan.
  5. Kamu juga bisa menambahkan daun pepaya, gunanya selain memberikan ketedukan, daun pepaya juga bisa menjadi makanan selingan untuk s ikan.

Pengaturan air pada kolam

Seperti yang telah saya singgung sebelumnya, ketingian air jangan terlalu dangkal karena akan meningkatnya suhu air dan membuat bibit ikan mati karena kepanasan.

Oleh sebab itu, kita harus betul betul memperhatikan ketinggian air dalam kolam tersebut.

Idealnya ketinggian air untuk ikan lele adalah 100-200 cm, dan pengisiannya pun dilakukan secara bertahap.

Untuk permulaan, kolam ikan bisa diisi air sebanyak 40-50 cm dari dasar danau. Namun sinar matahari masih bisa tembus hingga dasar danau, oleh karena itu, sebaiknya kolam ikan dibiarkan dulu selama kurang lebih 1-2 minggu.

Karena sinar matahari masih bisa tembus hingga dasar danau, hal tersebut memungkinkan untuk terjadinya pertumbuhan fitoplankton pada kolam.

Selanjutnya kamu bisa menebar bibit ikan lele di kolam ikan tersebut. Penambahan air kolam dilakukan secara berkala seiring perkembangan ikan dalam kolam.

Pemilihan jenis ikan lele

Selanjutnya kamu dapat memilih bibit ikan lele berdasarkan jenis yang kamu inginkan.

Mengingat ikan lele memiliki banyak jenis yang beberapa diantaranya dapat dijumpai di Indonesia, maka sebaiknya kenali dulu jenis-jenis ikan lele yang akan kamu budidaya.
Saya sudah menyiapkan artikel yang membahas Jenis-jenis ikan lele dan gambarnya.
Jika kamu bingung memilih ikan lele jenis apa kamu bisa membacanya disana untuk memilih jenis lele mana yang menurutmu terbaik untuk dibudidaya.

Memilih bibit berkualitas

Mengingat kesuksesan budidaya ikan lele merupakan hal yang sangat ditentukan oleh pemilihan bibit yang berkualitas, maka jangan asal-asalan saat memilih bibit unggul untuk dibudidaya.

Untuk mempermudah kamu dalam memilih jenis ikan lele untuk dibudidaya, saran kami sebaiknya pilih ikan lele berjenis Sangkurian yang dibkembangkan oleh BBPBAT dari daerah kelahiran saya yaitu sukabumi.

Bibit ikan lele bisa dihasilkan dengan cara membeli bibit ikan tersebut dari pembibi, atau dengan cara melakuka pemijahan sendiri.

Syata bibit ikan lele uggul
  1. Bibit yang nantinya ditebar haruslah bibit yang benar-benar sehat tanpa ada cacat dan pergerakannya yang lincah.
  2. Ukuran bibit yang cocok untuk dibudidaya biasanya berkisar antara 2-8cm.
  3. Usahakan ukuran bibit yang dibeli dan ditebar nantinya memiliki diameter tubuh yang sama.
  4. Yang terakhir adalah pergerakan renagnya normal dan bebad dari penyakit.
Untuk menguju pergerakanya, bisa menempatkan ika pada arus air, jika ikan ersebut bisa melawan arus maka pergerakan renangnya bisa dikatakan baik.

Mulai memindahkan dengan cara menebar

Jika bibit sudah didapat, kamu bisa langsung memasukannya kedalam kolam terpal yang sebelumnya telah disediakan dengan ca5ra menebarnya.

Melakukan penebaran juga jangan asal asala, sebaiknya lakukan penebaran dengan cara penyesuaian suhu dan iklim air.

Caranya cukup sederhana yaitu :

Bibit ikan lele yang ada di dalam wadah, entah itu ember atau jirigen dimasukkan kedalam kolam dan miringkan secara pelan pelan, lalu biarkan selama kurang lebih 5-10 menit.

Hal tersebut dilakukan agar terjadinya penyesuain suhu pada air jirigen/ember dengan air kolam, selain itu akan mempermudah bibit ikan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.

Lakukan hal tersebut untuk menebar ikan kedalam kolam denga kepadatan 200-400 ikan/meter. Semakin luas kolam yang dibangun, semakin banyak pula kapasitas ikan yang ditampung.

Pemberian pakan ikan lele

Seperti yang kita ketahui, pakan merupakan biaya bulanan yang paling besar dari bisnis budidaya ikan.

Mengingat ada banyak sekali pakan ikan yang tersebar di pasaran, mungkin akan sedikit membingungkan para peternak pemuladalam memilih pakan yang cocok untuk ikan lele.

Untuk memilih pakan yang berkualitas dan menunjang pertumbuhan si ikan, kamu bisa memperhatikan Nilai FCR dari pakan tersebut.

FCR sendiri ialah singkatan dari Food Convertion Ratio yang merupakan rasio jumlah pakan berbanding pertumbuhan daging pad ikan. Semakin kecil nilainya maka kualitasnya semakin bagus.

Namun bagi sebagian orang, akan terasa sangat mahal jika ikan terus-terusan diberi pakan pabrik.

Nah untuk menyiasati hal tersebut, kamu bisa mengaplikasikan cara pemberian makanan pokok dan selingan dengan komposisi yang berimbang.

Makanan pokok ikan lele
Umumny, kandungan nutrisi pada pakan ikan yang dibutuhkan oleh lele ialah  protein 40%, Karbohidrat 15-20% serta vitamin dan mineral, lebih banyak persentasenya maka lebih baik.

Oleh karena itu, selain harus memperhatikan FCRnya, kita juga harus memperhatikan persentase kandungan yang telah disebutkan diatas.

Untungnya, dari sekian banyak pakan yang tersebar dipasaran umumnya terdapat keterangan kandungan yang tertulis pada karung atau wadahnya.

Jadi tugas kita ialah memilih pakan lele dengan kandungan yang cocok dan aman dikonsumsi bagi ikan lele. 

Selain itu, pakan jug harus diberikan secara berkala dengan memperhatikan kebutuhannya. Secara umum, ikan lele membutuhkan pakan sebanyak 3-6% dari bobot atau besar tubuhnya.

Sedangkan untuk jadwal pemberian pakan bagi ikan tersebut sebaiknya lakukan dengan fekuensi 4-5 kali sehari, kamu bisa memberikan pakan tersebut disaat pagi, siang, sore dan malam. usahakan jika ikan masih kecil prekuensi pemberian pakannya harus lebih sering.

Makanan selingan ikan lele
Jika dirasa dengan terus terusan memberi pakan pokok pada ikan lele akan memboros pengeluran, maka kamu bisa menyiasatinya dengan cara memberi pakan tambahan pada ikan lele yang kamu budidaya.

Mengingat ikan lele tergolong kedalam hewa Omnivora atau hewan pemakan segala maka kamu bisa memberi pakan lain. Dialam liar, ikan ini sering memakan Ganggang, lumut, tumbuhan air dan ikan kecil kecil.

Jika tempat budidayamu berada dipedesaan dengan suasana persawahan yang luas, kamu bisa mencari keong untuk pakan ikan lele, namun pemberiannya tidak boleh langsung, melainkan geprek terlebih dahulu cangkangnya lalu iris iiris keong tersebut.

Dengan memberi paka berupa keong pesawaha, tentunya dapat membantu par petanu padi untuk membasmi hama yang menggangu [ertumbuhan padi mereka.

Selain memberikan keong, kamu juga bisa mengambil beberapa helai daun pepaya yang sudah tua dan diletakkan dipermukaan kolam tersebut. Fungsinya selain memperteduh area kola, daun pepaya juga sering dimakan oleh Ikan lele.

Pengendalian hama dan penyakit

Pengendalian hama
Hama yang sering menyerang ikan ternak ialah hewan-hewan predator seperti Otter/sero, ular, Musang dan burung pemakan ikan. Untuk itu, kamu harus sering-sering melakukan montoring kolam ikan yang kamu miliki.

Selain itu, terdapat pesaing yang nantinya merebut jatah makanan ikan yakni mujair, namun berhubung kamu membudidayakan lele dengan menggunakan kolam terpal, jadi hal tersebut tidak akan terjadi.

Pengendalian penyakit
Pada dasarnya penyakit yang sering menyerang ikan lele ialah protozoa, virus dan bakteri. Mikroorganisme tersebut menyerang ikan lele dan menyebabkan berbagai gejala yang mematikan bagi ikan ternak.

Beberapa gejala yang timbil setelahnya ialah perut ikan menjadi kembung, terdapat bintik pada kulit ikan, serta luka yang terdapat di kepala dana ekor.

Untuk mencegah timbulnya infeksi dari penyakit, penyakit tersebut ialah dengan menjaga kualitas air pada kolam tersebut, mengontrol kelebihan dan kandungan pakan, serta menjaga kebersihan kolam.

Pasca Panen Ikan lele

Jika masa pemeliharaan sudah mencapai lebih dari 3 bulan, sebaiknya sering-sering melakukan penyortiran ikan.

Pisahkan lele yang ukurannta lebih kecil pada kolam lain, gunanya agar ikan lele yang ukurannya lebih kecil dapat kita perhatikan lagi pemberian pakannya.

Ikan lele dengan tubuh yang lebih kecil sebetulnya ditimbuklan karena tidak kebagian pakan saat kita menabur pakan di kolam tersebut 

Masa Panen Ikan Lele

Masa panen ikan lele
Ikan lele sebetulnya dapat dipanen setelah berat badannya mencapai 1 gk untuk 5-9 ekor. ukuran tersebut bida didapat setelah 2-3 bulan masa pemeliharaan.

Namun jika ikan lele yang tujuannya untuk expor bisanya memiliki bobot 1gk untuk 2 ekor atau 500gk/Ekor.

Sedikit tips dari kami.

dalam kurun waktu 24 jam sebelum masa panen, sebaiknya ikan lele tidak diberi makan dulu. Hal tersebut bertujuan agar ikan lele tidak banyak membuang kotoran saat dingkut ke pembeli.

Penyortiran juga harus tetap dilakukan saat masa panen untuk memisahkan ikan lele berdasarkan ukirannya. Dengan melakukan penyortiran tentunya akan menjadi nilai tambah bagi peternak karena nantinya harga ikan tersebut dijual berdasarkan ukurannya.

Demikianlah ulasan mengenai cara budidaya ikan lele bagi pemula. semoga artikel ini dapat membantumu untuk mengetahui point-point penting dalam pemeliharaan dan budidaya ikan.

Terimakasih dan semoga bermanfaat

Jangan kau seperti iblis, Hanya melihat air dan lumpur ketika memandang Adam.

0 Comments